Bos Android Memberikan Pernaytaan Atas Toko Google

Andy Rubin, pimpinan divisi Android, telah membantah rumor yang menyatakan Google akan membuka toko fisik (toko ritel) untuk produk-produk buatan perusahaan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Rubin dalam sebuah wawancara dengan situs teknologi AllThingD di sela-sela ajang Mobile World Congress (MWC) 2013, Rabu (27/2/2013).

Menurut Rubin, saat ini konsumen sudah tidak perlu lagi mendatangi sebuah toko untuk mencoba produk. Para konsumen tersebut hanya perlu menanyakan pendapat teman atau membaca review di dunia maya untuk mengetahui kemampuan dari sebuah produk.

"Mereka (konsumen) tidak perlu pergi ke toko dan mencoba produk," ujar Rubin. Selain itu, Rubin merasa divisi hardware milik Google masih belum terlalu siap untuk mengisi sebuah toko ritel.

"Untuk seri Nexus, saya merasa program tersebut tidak cukup jauh untuk memajang produk-produk ini di toko ritel," kata Rubin.

Sebelumnya, tersiar kabar mengenai rencana Google membuka toko mirip Apple Store. Toko tersebut akan hadir pada akhir 2013 atau awal 2014 dan menyediakan berbagai produk buatan Google, seperti produk Android seri Nexus dan notebook berbasis ChromeOS. 
  
Saat ini, Google sendiri sebenarnya sudah memiliki "toko dalam toko". Maksudnya, Google membuka toko atau kios kecil yang dinamakan Chrome dalam beberapa toko ritel Best Buy yang ada di AS.

Sayangnya, di toko ritel ini, para calon konsumen hanya bisa mencoba dan berkonsultasi mengenai produk-produk notebook berbasis Chrome. Masalah pembelian tetap dipegang oleh Best Buy.

Menyalakan Motor Pakai Handphone

Pameran Mobile World Congress 2013 yang telah berlangsung sejak Senin (25/2/2013) di Barcelona, Spanyol, ini banyak menampilkan pemanfaatan ponsel pintar untuk berbagai kegiatan di luar fungsi utamanya.

Misalnya, ponsel pintar bisa digunakan untuk membayar tagihan restoran dan menyalakan sepeda motor dengan memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC).

Perusahaan komunikasi asal Korea, KT, menampilkan alat pembayaran untuk restoran berbasis NFC dengan tablet dan ponsel pintar yang disebut "Cloud Pad Pos".

Seperti dilaporkan wartawan Kompas.comHeru Margianto, KT mengembangkan sebuah aplikasi manajemen pembayaran yang dapat diunduh dalam tablet pemilik restoran.

Tablet itu cukup ditaruh di atas "Cloud Pad Pos". Tablet juga dapat bekerja nirkabel, tanpa perlu ditaruh di atas alat itu. Aplikasi tersebut dapat mencatat seluruh transaksi, daftar menu, daftar pesanan, dan nomor meja pelanggan.
Saat membayar, pelanggan dapat menggunakan kartu kredit atau meletakkan ponsel yang telah dilengkapi teknologi NFC di atas alat tersebut. Tanda tangan, lalu struk pembayaran tercetak.

pad pos 1(Sebuah tablet berbasis sistem operasi android dengan aplikasi manajemen pembayaran restoran diletakkan di atas "Cloud Pad Pos". Di sisi "Pad Pos" adalah mesin pencetak struk berwarna hitam. Foto:Heru Margianto/Kompas.com)

pad pos 2(Tempat menggesek kartu kredit. Foto:Heru Margianto/Kompas.com)

pad pos 3(Tempat untuk meletakkan ponsel NFC. Foto:Heru Margianto/Kompas.com)

pad pos 4(Alat untuk tanda tangan. Foto:Heru Margianto/Kompas.com)
Menyalakan sepeda motor
Atraksi menarik juga disajikan perusahan eCooltra, perusahaan transportasi urban asal Spanyol. Perusahaan ini memajang sebuah sepeda motor listrik yang dapat disewa.
Seluruh informasi mengenai perjalanan, harga, tujuan, tertanam dalam sebuah aplikasi yang dapat diunduh oleh konsumen dalam ponsel atau tablet mereka. Motor ini tidak mungkin hilang sebab dilengkapi GPS yang dapat dimonitor dari kantor pusat.
Jika penyewa ingin menyalakan sepeda motor ini, yang perlu dilakukan adalah menempelkan ponsel mereka di sisi setang sebelah kiri yang terdapat tanda NFC. Sepeda motor seketika menyala dan catatan harga sewa, tujuan perjalanan serta lama perjalanan, otomatis terekam di ponsel penyewa.

motor1(Foto:Heru Margianto/Kompas.com)

motor 2(Tanda NFC di setang sebelah kiri. Foto:Heru Margianto/Kompas.com)

motor 3(Menyalakan sepeda motor dengan menempelkan ponsel atau tablet yang memiliki teknologi NFC. Foto:Heru Margianto/Kompas.com)

motor 4(Catatan perjalanan, harga sewa, terekam otomatis dalam ponsel atau tablet penyewa. Foto: Heru Margianto/Kompas.com)

Lumia 720, Windows Phone 8 Berbekal Kamera Unik


Selain Lumia 520, Nokia juga memperkenalkan ponsel pintar Lumia 720 dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2013 di Barcelona, Spanyol, Senin (25/2/2013). Nokia menggembar-gemborkan fitur kamera pada Lumia 720.

Perusahaan asal Finlandia ini mengaku fokus pada teknologi kamera Lumia 720, meskipun tidak menggunakan teknologi PureView. Kamera belakangnya bersensor 6,7MP dengan bukaan lensa f/1.9.

Nokia memberi contoh foto yang diambil menggunakan Lumia 720.

Lumia 720 memiliki kamera depan dengan fitur yang unik. Kamera depannya yang memakai sensor 1,3MP memiliki lensa sudut pandang lebar untuk memudahkan mengambil potret diri sendiri. Nokia pun membekali Lumia 720 dengan aplikasi Glame Me untuk mempermudahkan foto mandiri ini.

Masuk ke sektor spesifikasi, Lumia 720 menggunakan prosesor dual-core 1GHz, RAM 512MB, dan berjalan dengan sistem operasi Windows Phone 8. Memori internal 8GB bisa diekspansi dengan kartu memori eksternal.

Dari sisi desain, Lumia 720 berukuran layar 4,3 inci jenis WVGA. Ia masuk dalam jajaran Lumia tertipis, tebalnya hanya 9mm. Hadir dengan pilihan warna merah, kuning, cyan, hitam, dan putih.

Lumia 720 akan tersedia di pasar Asia Pasifik pada kuartal pertama 2012, dengan harga 341 dollar AS atau sekitar Rp 3.310.000.

Galaxy S IV Dipastikan Meluncur 14 Maret




Setelah diterpa oleh begitu banyak rumor, akhirnya tanggal peluncuran resmi Samsung Galaxy S IV telah diketahui. Seri Galaxy S "flagship" generasi keempat ini akan diperkenalkan di sebuah acara pada 14 Maret 2013 mendatang di New York, AS.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh perwakilan Samsung, Chenny Kim, kepada Reuters, Senin (25/2/2013).

Ini akan menjadi peluncuran smartphone seri Galaxy S pertama di AS, setelah tiga tahun sebelumnya, perangkat tersebut lebih banyak dilakukan di belahan Eropa.

Sebagai catatan, Samsung untuk pertama kalinya memperkenalkan Galaxy S pada ajang CTIA di AS (2010), diikuti Galaxy S II pada ajang Mobile World Congress, Spanyol (2011), dan Galaxy S III di London (2012).

"Kami memperkenalkan Galaxy S III di London tahun lalu, dan kali ini kami mengubah tempat peluncuran (ke New York). Keputusan ini diambil setelah kami menerima begitu banyak permintaan dari operator mobile AS untuk memperkenalkan Galaxy S IV di negara tersebut," kata JK Shin, pimpinan divisi mobile Samsung.

Galaxy S IV selama ini dikenal dengan nama kode GT-I9500. Perangkat ini dikabarkan akan dibekali layar seluas 5 inci jenis Super AMOLED full-HD. Layar ini disebut-sebut dapat mengirit konsumsi daya hingga 25 persen.

Sensor kameranya 13 MP dan dibekali baterai berkapasitas 2.600 mAh. Sayangnya, Samsung belum belum menerapkan desain unibody pada Galaxy S IV.

Rumor yang beredar juga menyebutkan, Galaxy S IV akan memiliki kemampuan mengisi daya baterai tanpa perantara kabel, alias wireless charging. Teknologi pengisian baterai nirkabel ini menggunakan metode induksi, yang dalam hal ini panel belakang ponsel harus didesain khusus.

Xperia E, Android di Bawah Rp 2 Juta


Sony Mobile kembali menunjukkan keseriusannya bermain di pasaran produk Android dengan harga terjangkau. Setelah pada akhir tahun 2012 meluncurkan Xperia Miro, kali ini Sony memasarkan smartphone terjangkau lainnya, Xperia E.

Jika Sony Xperia Miro dibanderol dengan harga Rp 1,9 juta, Xperia E dipasarkan dengan harga Rp 1,8 juta untuk versi single SIM dan Rp 1,9 juta untuk versi dual SIM.

Xperia E versi dual SIM saat ini sudah mulai dijual di Indonesia. Sedangkan Xperia versi single baru akan beredar mulai akhir Februari 2013 mendatang.

Untuk perangkat yang satu ini, Sony ingin menonjolkan sebuah fitur yang dinamakan HD Voice. Dengan adanya fitur ini, Sony mengklaim panggilan suara akan menjadi lebih jernih. Telepon seluler (ponsel) ini juga sudah dilengkapi fitur noise cancellation yang dapat menyaring suara latar.

Xperia E memiliki bentang layar 3,5 inci dengan resolusi HVGA (320x480). Kamera bagian belakang memiliki sensor gambar 3,2 megapixel. Sayangnya, Xperia E tidak dilengkapi dengan kamera depan sehingga pengguna akan sedikit sulit untuk melakukan video call.

Dapur pacu Xperia E diperkuat dengan prosesor single core Qualcomm Snapdragon MSM7227A 1GHz, RAM 512MB, memori internal 4GB yang dapat ditambah menggunakan kartu microSD hingga 32GB, dan berjalan dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean.

Untuk konektivitas, Xperia E dilengkapi audio jack 3,5mm, aGPS, Bluetooth, micro USB, dan WiFi.

LG Umumkan Android "Layar Cembung"


Seakan tak sabar menunggu hingga ajang Mobile World Congress akhir Februari mendatang, hari Selasa (13/2/2013) lalu LG mengumumkan keberadaan smartphone Optimus G Pro.

Ponsel pintar yang merupakan penerus seri Optimus G ini mengusung ukuran layar ekstra besar, mencapai 5,5 inci dengan resolusi full-HD (1920 x 1080).

Layar ini menggunakan panel "curved glass" yang diklaim LG mampu menghasilkan efek visual "2,5D". Sebelumnya, layar curved glass yang cembung sudah pernah digunakan di Dell Venue Pro, Nokia Lumia 920 dan Lumia 800, serta Windows Phone 8X dari HTC.

Berdasarkan rumor yang telah lebih dulu beredar, Optimus G Pro kemungkinan bakal dilengkapi prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon berkecepatan 1,7 GHz, RAM sebesar 2GB, dan kamera 13 megapiksel. Fitur lainnya termausk konektivitas 4G LTE dan baterai berkapasitas 3.140 mAh.

Dari bentuk dan ukurannya, boleh jadi smartphone LG ini akan ditujukan sebagai lawan Galaxy Note II dari Samsung.

Optimus G Pro adalah model smartphone keempat yang diumumkan LG minggu ini, di samping Optimus L7, L5, dan L3. Smartphone tersebut diprediksi akan memasuki pasaran Korea dalam beberapa minggu ke depan. Belum ada informasi soal ketersediaan perangkat ini di negara-negara lain.

"Penjualan BlackBerry Z10 Cukup Menggembirakan"



Perangkat BlackBerry 10 perdana, BlackBerry Z10 yang telah mulai dijual di Kanada dan Inggris diklaim laku keras. Namun, banyak pihak yang meragukan ponsel BlackBerry full touchscreen ini telah terjual dalam jumlahnya yang sangat besar.

Keraguan banyak pihak ini mendapat perhatian dari CEO BlackBerry Thorsten Heins.

"Saya tidak dapat menyebutkan jumlahnya (penjualan BlackBerry Z10) karena kami sedang berada di periode diam (silent period). Namun saya dapat mengatakan, peluncurannya sangat sukses dan lebih baik dari yang diperkirakan," kata Heins kepada KompasTekno dan beberapa wartawan yang menghadiri BlackBerry Media Summit di Waterloo, Kanada, Rabu (13/2/2013)

Meski tak dapat menyebutkan jumlahnya, ia menggambarkan penjualan perdana BlackBerry Z10 di Kanada dan Inggris dengan kalimat "cukup menggembirakan".

Seperti diberitakan sebelumnya, BlackBerry mengaku berhasil mencetak rekor penjualan baru di Kanada. Disebutkan penjualannya, 50 persen lebih baik dibanding rekor sebelumnya.

BlackBerry Z10 sendiri sempat dilaporkan membukukan penjualan pertama yang tinggi di Inggris sehingga mengalahkan angka yang dicetak Lumia 920 dari Nokia.

"Sepertinya kami telah membangun sesuatu yang benar-benar menarik perhatian. Kami memiliki sesuatu yang berbeda dan kami berhasil menunjukkan apa yang kami capai kepada para audiens. Saya, yakin atas keputusan untuk membangun sendiri sistem operasi baru, dari nol sampai selesai," ujar Heins.

BlackBerry sendiri dijadwalkan merilis laporan pendapatan per kuartal pada 28 Maret mendatang. Laporan tersebut akan memuat angka penjualan yang lebih rinci berikut kuantifikasi reaksi konsumen atas peluncuran BlackBerry 10.